Pengamat Nilai Sandiaga Uno Masih Punya “Tiket” Duduki Kursi Wagub DKI Lagi

Inisiatifnews – Wacana Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno kembali menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta santer berhembus. Apakah memungkinkan?

Direktur Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo menerangkan secara aturan, masih ada celah untuk mengusulkan kembali Sandi menjadi Wagub DKI. Tapi secara etika politik ini menjadi masalah buat Sandi. Citra Sandi akan menuai sentimen negatif, meskipun tentu saja ada sebagian masyarakat yang bisa menerima. Sentimen negatif akan terbangun karena Sandi sudah terlanjur mengundurkan diri.

Bacaan Lainnya

“Ibarat ludah dijilat kembali apabila Sandi menjadi wagub DKI kembali,” kata Karyono kepada inisiatifnews di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Isu Sandi bakal kembali menduduki kursi Wagub DKI Jakarta kembali ramai diperbincangkan. Sebenarnya, isu ini muncul setelah pemilihan wagub berlarut-larut. Kursi Wagub yang harusnya diisi kader PKS DKI Jakarta masih lowong sejak Sandiaga mengundurkan diri Agustus tahun lalu karena nyalon wapres.

Setelah sebagian besar quick count lembaga survei menyatakan paslon 02 Prabowo-Sandiaga kalah, spekulasi Sandi ‘balik kucing’ jadi wagub pun ramai.

Namun demikian, lanjut Karyono, jika Sandi menunjukkan kearifan dalam menyikapi hasil pemilu, maka ia akan mendapat simpati dari masyarakat.

“Hal ini akan meningkatkan akseptabilitas Sandi untuk kembali menduduki jabatan Wagub DKI,” tandasnya.

Terlepas dari itu, Karyono melihat, wacana kembalinya Sandi ke kursi wagub sebenarnya sudah nampak ketika posisi wagub masih dikosongkan. Perdebatan soal posisi wagub terhenti seolah menunggu hasil Pilpres.

Bagaimana ke depan koalisi pengusung Anies-Sandi, apakah akan menerimanya, terutama PKS? “Menurut saya figur Sandiaga bisa diterima oleh semua partai koalisi. Figur lain selain Sandi, justru akan menimbulkan polemik,” ujar Karyono.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah isu ini. Dengan pedenya, Fadli menegaskan Sandi tidak akan menjadi wagub, tetapi wapres. Ia masih yakin pasangan Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres 2019. Karenanya, tak ada opsi mengembalikan posisi Sandi sebagai wagub.

“Kita merasa menang, Prabowo-Sandi menang, enggak ada negosiasi urusan wagub itu. Dia itu wakil presiden, kok jadi wagub?,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan.

Gubernur Anies pun ogah menanggapi wacana ini. Dia memilih menunggu hasil resmi KPU. Selain itu, soal wagub jiga bukan wewenang gubernur untuk menyetujui atau menolak.

“Jadi kalau saya jawab itu saya mendahului KPU. Jadi kita tunggu sampai keputusan KPU. Dan sesungguhnya ini wilayahnya partai politik. Jadi gubernur itu tidak di dalam posisi untuk menyatakan ya atau tidak, karena memang tidak punya wewenang,” tandas Anies di Balaikota, Jakarta Pusat. (FMQ)

Temukan kami di Google News.