Inisiatifnews – Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo meminta seluruh elite politik Pendukung Pasangan Calon Nomor urut 2, Prabowo-Sandi harus memiliki jiwa kesatria dengan kekalahan hasil Quick Count yang ditayangkan seluruh media massa.
Ia menyarankan agar pendukung Capres nomor urut 02 bisa seperti Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno yang menunjukkan jiwa kesatria tidak mengklaim kemenangan sebelum hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sandiaga berjiwa kesatria dan lebih negarawan, sehingga dia murung belum ada keputusan KPU secara resmi, tapi udah ada klaim kemenangan dari Prabowo Subianto,” kata Karyono kepada wartawan, Minggu (22/4/2019).
Menurut Karyono hasil Quick Count sejak 2004 pertama kali diselenggarakan pemilu secara terbuka, tidak pernah meleset perhitungannya. Apalagi, dalam hasil penghitungan cepat itu ada 6-7 lembaga quick count yang memenangkan nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amin.
“Hasil penghitungan cepat dualisme itu sudah terjadi dua kali yaitu 2014 dan 2019. Tapi kita harus belajar dari hasil penghitungan cepat di tahun 2014 lalu ada 4 lembaga yang tidak bisa pertanggungjawabkan kepada publik soal penghitungan cepat memenangkan Prabowo-Hatta saat itu,” tegas dia.
Karena tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil quick count, dua dari empat lembaga yang tidak disebutkan namanya oleh Karyono akhirnya dikeluarkan dari Persatuan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Sedangkan dua lembaga lagi tidak terdaftar dalam Persepi.
“Empat lembaga itu membodohi rakyat karena menyampaikan data yang sesat elitnya tidak dewas dan tidak siap kalah. Kemudian pengaruhi masyarakat dengan opini banyak kecurangan ini sekarang mereka lakukan,” pungkas dia.
