Bos Indikator Tantang BPN Buka Sumber Data 62%

burhanuddin muhtadi
Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Inisiatifnews – Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menantang pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi buka data terkait dengan klaim 62% yang terlanjur diumbar ke publik itu.

“Besok lembaga saya bersama anggota PERSEPI lainnya akan melakukan apa yang kamu minta kepada Dewan Etik dan akademisi. Sekarang coba kamu minta BPN buka-bukaan data juga. Jangan hanya ke kami kamu menuntutnya,” kata Burhanuddin Muhtadi membalas komentar netizen, Jumat (19/4/2019).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, seorang netizen pemilik akun twitter @riski1139. Dimana dia menantang juga para lembaga survei mainstream yang menampilkan data quick count mereka ke media televisi. Dimana dalam data quick count itu, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 lebih unggul.

“Anda sebagai pemilik lembaga survei. bisa ngga tunjukan sempling bukti ke pada publik. Jangan hanya bicara punya sempling dengan metode anda. jangan jangan yg anda survei daerah basis jokowi.apa emanng pesanan nya seperti itu,” tulisnya.

Perlu diketahui bahwa Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) akan menggelar persentase terkait dengan Metodologi Quick Count, Manajemen dan proses pelaksanaan Quick Count dan Ekspose data Quick Count.

Penyampaian ini dilakukan untuk menjawab keraguan publik terhadap apa yang dihasilkan oleh beberapa lembaga survei yang tentang data quick count alias perhitungan cepat Pemilu 2019.

Kegiatan itu akan digelar di The Icon Room Hotel Morrissey, Jalan KH. Wahid Hasyim No.70, Kebon Sirih, Menteng, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pukul 12.00 WIB, Sabtu (20/4).

Perlu diketahui bahwa pihak Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi menggemborkan kepada masyarakat luas untuk tidak lagi mempercayai hasil quick count beberapa lembaga survei. Bahkan menyebut lembaga survei tersebut adalah pembohong.

“Percaya gak sama lembaga survei abal-abal? (tanya Prabowo dibalas jawaban Tidak oleh para pendukungnya). Hai tukang-tukang bohong. Rakyat tidak percaya lagi sama kalian,” kata Prabowo saat berorasi di acara Tasyakuran Kemenangan di depan rumahnya di Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Karena lembaga survei tersebut memenangkan Jokowi-Maruf dalam quick count, sementara data mereka justru yang unggul adalah Prabowo-Sandi sebesar 62%.

“Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno, mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen dan telah kami rekapitulasi,” tegas Prabowo sehari sebelumnya.

Temukan kami di Google News.