Rizal Ramli: Kalau Indonesia Mau Hebat, Growth 5 Persen Tak Cukup

rizal ramli
Rizal Ramli

Inisiatifnews – Ekonom Rizal Ramli menilai bahwa untuk taraf Indonesia jika ingin lebih baik maka rasio pertumbuhan (growth) ekonomi harus lebih dari 5 persen.

“Growth 5 persen buat Indonesia enggak cukup. Kita harus lebih tinggi. Berapa yang reasonable? menurut kami 8 persen,” kara Rizal di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja itu, bahwa negara-negara lain seperti Jepang dan China growth mereka sudah menyentuh angka dua digit. Dan ia menilai seharusnya Indonesia mampu meningkatkan growth lebih tinggi dari saat ini.

“Jepang dobel digit. China dobel digit. Kalo kita mau jadi negara hebat ini dobel digit,” terangnya.

Sementara itu terkait dengan caranya agar growth Indonesia bisa meningkat, Rizal Ramli mengaku memiliki metodologinya yang tepat dan bisa diterapkan jika ada kemauan. Hanya saja kepada awak media, ia enggan untuk mengungkapkannya karena itu dianggap bagian dari orisinalitas pemikirannya sendiri yang tidak boleh dicontek.

“Caranya? Saya pernah menjadi Menko. 100 hari adalah turunin TDL (tarif dasar listrik -red) tapi enggak buat PLN rugi. Ada caranya tapi saya takut ada yang contek, jadi saya enggak bisa umumin,” ujar Rizal.

Selain itu persoalan di sektor pangan juga menjadi sorotannya. Menurut Rizal Ramli saat ini sektor pangan di Indonesia harganya sudah mencapai 2 kali lipat mahalnya. Maka dari itu, sudah seharusnya para pelaku kertel harus dikepret.

“Lalu pangan. Sekarang harga pangan di Indonesia 2 kali lipat. Kartel harus dihapus,” paparnya.

Tidak perlu banyak, Rizal menilai jika persoalan TDL dan sektor pangan bisa dibenahi oleh pemerintah sebagai eksekutif maka potensi untuk menurunkan beban rakyat bisa semakin ditekan.

“Total benefit dari 2 langkah ini bisa hemat Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per orang. Akhirnya ritel yang mandek bisa tumbuh lagi. 1 juta pabrik housing perumahan. Property harus hidup dulu untuk keluar dari depresi ekonomi,” pungkasnya.

Dijelaskan Rizal, bahwa dua poin itu sebetulnya sudah pernah diterapkan di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dimana dirinya juga saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri.

“Ini kita lakukan di tahun 2000. Jadi dengan membangun 1,5 juta houses bisa bangun lapangan kerja dan nambah economic growth sekitar 1,5 persen. Tanah? Kami akan gunakan tanah di jawa dan luar jawa dan costnya bisa kami potong,” jelas Rizal.

“Kami ingin bangun 1,5 juta unit. Sawah juga kami akan bikin 1 juta hektare. banyak langkah-langkah yang bisa kita kerjakan sehingga 8 persen seconomic growth bisa terealisasi. Budget juga akan kita bongkar,” tutupnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.