Pendukung Prabowo Lebih Militan Dari Jokowi, LSI Peringatkan Potensi Kekalahan

Inisiatifnews – Maraknya antusias masyarakat dalam menghadiri agenda kampanye rapat terbuka oleh Capres-Cawapres nomor urut 02 dinilai sebagai bentuk militansi yang ditunjukkan oleh pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby menilai, bahwa suatu itu adalah fenomena yang sebenarnya umum terjadi, sebab pendukung petahana rata-rata adalah mereka yang merasa aman dan yakin capresnya akan terpilih kembali berdasarkan kinerja.

Bacaan Lainnya

“Pertama karena petahana punya track record soal kinerja kemudian punya struktur tim yang lebih kuat sehingga militansinya kurang dibandingkan mereka yang melawan (oposisi),” ujar Adji dalam diskusi yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI) di Upnormal Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Selain itu, lanjut Adjie, para pendukung pasangan calon penantang, merupakan kelompok masyarakat yang umumnya kecewa terhadap kinerja petahana. Maka dari itu sebagai oposisi, mereka cenderung berupaya agar petahana tidak terpilih kembali.

Adjie juga menilai, tingginya militansi dipengaruhi oleh isu identitas. Dan itulah yang tidak bisa dipungkiri dan sangat kentara dalam setiap narasi kampanye politik yang terjadi di lingkaran pendukung capres cawapres nomor urut 02.

“Sehingga ada keinginan yang sangat besar untuk bagaimana agar petahana ini tidak kembali terpilih. Militansi secara psikologis memang sudah berbeda di situ,” kata Adjie.

“Kemudian diikat juga dengan isu identitas sehingga militansinya lebih kuat,” lanjut dia.

Kemudian Adjie juga mengatakan, jika mengacu pada riset sejumlah lembaga dan hasil survei Litbang Kompas, tingkat militansi para pendukung terlihat dari beberapa aspek.

Misalnya diukur dari kesediaan pendukung untuk ikut mengampanyekan pasangan calon yang didukungnya.

“Itu rata-rata pasangan 02 sedikit lebih tinggi walaupun tidak terlalu jauh,” kata Adjie.

Tingginya militansi, lanjut Adjie, juga dapat berpengaruh di hari pencoblosan. []

Temukan kami di Google News.