Shaf Laki-laki dan Perempuan Bercampur di GBK, Guru Ngaji Prabowo: Tidak Apa-apa

Shaf campur di GBK
Jamaah Subuh Akbar Indonesia di GBK. [foto : Detikcom]

Inisiatifnews – Saat ini netizen sedang dihebohkan dengan adanya shaf sholat berjamaah yang bercampur antara jamaah laki-laki dan jamaah perempuan dalam acara Sholat Subuh Akbar yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada hari Minggu (7/4) kemarin.

Menanggapi hal itu, guru agama Prabowo Subianto, Ustadz Ansufri Idrus Sambo menilai bahwa itu tidak masalah dan tidak membatalkan sholat karena dinilai kejadian itu dalam keadaan darurat.

Bacaan Lainnya

“Kalau kondisinya darurat memang sangat sulit untuk memisahkan laki-laki dan wanita. Karena banyak orang yang ingin salat, sementara tempatnya tak mungkin untuk dipisahkan, maka hukumnya menjadi tak apa-apa,” kata Ustadz Sambo dikutip oleh Inisiatifnews.com, Senin (8/4/2019).

Bahkan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu juga mencontohkan peristiwa itu juga pernah terjadi di Makkah Al Mukarromah dimana dalam kondisi darurat jamaah perempuan dan laki-laki kadang bercampur dalam sholat. Sepanjang tidak membatalkan syarat sahnya sholat yakni batalnya wudlu karena bersentuhan kulit secara langsung antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya tidak perlu dipermasalahkan.

Kondisi ini juga termaktub dalam kitab karangan Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ syarah kitab al-Muhadzab menerangkan demikian:

إذَا صَلَّى الرَّجُلُ وَبِجَنْبِهِ امْرَأَةٌ لَمْ تَبْطُلْ طلاته وَلَا صَلَاتُهَا سَوَاءٌ كَانَ إمَامًا أَوْ مَأْمُومًا هذا مذهبنا وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَالْأَكْثَرُونَ

“Ketika seorang lelaki sedang shalat dan di sampingnya terdapat seorang perempuan, maka shalatnya itu tidak batal (sah), dan shalat perempuan itu juga tidak batal, baik lelaki tersebut menjadi imam atau makmum, dan inilah pendapat mazhab kami (Syafii). Ini juga pendapat Imam Malik dan kebanyakan ulama,”

Perlu diketahui bahwa dalam acara Kampanye Akbar Prabowo – Sandi di Stadion Utama GBK itu, beberapa organisasi massa yakni GNPF Ulama, Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menggelar Sholat Subuh Akbar. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan munajat dan tausiah dari sejumlah ulama.

Selanjutnya pukul 07.00 WIB, acara inti Kampanye Akbar yang diisi oleh orasi para pemuka agama, tokoh politik hingga Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berlangsung.

Acara selesai setelah Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq bin Shihab menyampaikan orasinya melalui video recorded yang dikirimkan dari Makkah, Arab Saudi.

[IBN]

Temukan kami di Google News.