Mahfud MD: Pendidikan Kritis Cegah Masyarakat Mudah Percaya Hoaks

Inisiatifnews – Masyarakat saat ini cenderung mudah percaya terhadap informasi hoaks yang beredar. Ini terjadi karena kurangnya sikap kritis.

Karenanya, lembaga pendidikan seperti universitas mestinya mengembangkan pola pendidikan kritis. Hal ini diungkapkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat orasi ilmiah di Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) ke-IX di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/03/2019).

Bacaan Lainnya

Mahfud yang juga anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengimbau, model pendidikan yang hanya sekadar mendengarkan materi dari guru atau dosen mestinya tidak diterapkan lagi. Dari mulai SMA hingga perguruan tinggi, siswa maupun mahasiswa harus dididik kritis dalam mencari kebenaran ilmu pengetahuan.

“Ini adalah aliran pemikiran alternatif, setelah kejenuhan menghadapi dunia baru yang terlampau didominasi oleh pemikiran positivistik dan melahirkan pola masyarakat yang materialistik dan kapitalistik,” ungkap Mahfud yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Globalisasi, tambah Mahfud, telah mengubah tata kehidupan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Karenanya, pendidikan baik teori maupun praktis, perlu meninjau kembali posisinya di dalam perkembangan global sekarang ini.

Selain lembaga pendidikan, sambung Mahfud, politisi juga bertanggung jawab membuat aturan perundang-undangan yang membuat kebijakan dan mutu pendidikan yang jelas dan terarah.

Berkaitan dengan memudarnya sikap kritis, Mahfud menyebut, menjelang pemilihan umum serentak 17 April nanti, sangat masif peredaran informasi, terutama melalui sosial media.

Masyarakat, utamanya generasi muda diharap tidak mudah termakan hoaks sekaligus jangan apatis terhadap pemilu. “Di sinilah, pelajar itu harus diberi keterampilan untuk mempersoalkan apa yang diajarkan di kelas. Jangan langsung terima saja. Nanti dia akan terbiasa, misalnya ada berita hoaks, mereka akan curiga dan kritis ini benar apa tidak. Jadinya akan lahir sikap-sikap kritis. Sekarang orang masih percaya hoaks,” tandas Ketua Dewan Pembina MMD Initiative ini.

“Kalau politik itu bagaimana kita menentukan pemimpin dan wakil rakyat. Kalau rakyat salah memilih menyebabkan politik dan konfigurasinya jelek. Otomatis negara akan jelek, hukum akan jelek. Jadi berpartisipasilah. Gunakan hak konstitusional anda di dalam pemilu,” imbaunya. (FBK)

Temukan kami di Google News.