Perludem : Waspada Konflik Jelang Hari Pelaksanaan Pemilu 2019

Titi Anggraini
Direktur eksekutif Perludem, Titi Anggraini. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Direktur eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengimbau semua pihak agar mewaspadai momentum berat di Pemilu 2019, yakni di masa kampanye rapat umum.

“Tanggal 24 Maret kampanye rapat umum dan ada beberapa yang harus kita benar-benar waspadai,” kata Titi Anggraini dalam diskusi yang digelar oleh TRISILA dengan tema “Pelanggaran Hukum Dalam Pemilu 2019 Dan Potensi Ancaman Demokrasi” di Kedai Candalahar, Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Bacaan Lainnya

Beberapa yang harus diwaspadai menurut Titi adalah semakin maraknya konten hoaks dan disinformasi.

“Penyebaran hoaks dan disinformasi akan semakin meningkat. Bahkan sampai pasca pemilu bisa masih tinggi khususnya soal quick count,” terangnya.

Kemudian adanya potensi politik uang yang semakin besar. Bahkan politik uang menurut Titi tidak hanya berpotensi bagi pemilih saja bahkan bisa masuk ke kantong penyelenggara pemilu itu sendiri.

“Money politic atau suap pada pemilih. Bisa ada vote buying yakni menyuap penyelenggara,” ujarnya.

Selanjutnya potensi kerawanan yang tidak kalah besar adalah kekerasan di Pemilu itu sendiri, dimana perbedaan pandangan dan pilihan politik bisa terjadi benturan fisik.

“Potensi kekerasan pemilu. Bahkan ada orang pasang status Facebook di Sampang kemudian diajak duel 1 (sehingga) orang meninggal. Dan ada orang sampai harus pindah makam karena beda pilihan (politik),” tegasnya.

Terakhir, Titi mengatakan potensi kerawanan pemilu yang akan berlangsung dalam proses pemungutan suara adalah manipulasi suara.

Potensi ini kata Titi masih sangat potensial karena tingkat kompleksitas teknis pemilu yang sangat tinggi.

“Manipulasi suara. Kompleksitas pemilu kita membuat pengawasan kita lemah,” pungkasnya.

[IBN]

Temukan kami di Google News.