Komentari Pidato Grace Natalie, A.S Hikam Harap PSI Tak Berhenti di Wacana

as hikam
Muhammad AS Hikam. [foto : istimewa]

Inisiatifnews – Pengamat politi Muhammad AS Hikam menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam #Festival11 di Medan International Convention Center (MICC), Senin (11/3) kemarin adalah realitas.

Bahkan AS Hikam mengatakan bahwa seharusnya para partai politik besar yang saat ini berkiprah di Indonesia bisa menjadikan catatan-catatan Grace dalam pidatonya itu sebagai trigger untuk melakukan evaluasi diri.

Bacaan Lainnya

“Seharusnya dipahami sebagai sebuah peringatan dan kritik yang sangat mendasar terhadap partai-partai politik in toto, bukan saja terhadap parpol nasionalis,” kata AS Hikam dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Rabu (13/3/2019).

Kemudian akademisi dari President University ini juga memberikan saran kepada partai politik yang merasa tersindir dengan isi pidato Grace Natalie untuk melihat diri sendiri apakah benar apa yang dikatakan adalah fakta.

Apalagi AS Hikam menilai memang faktanya partai politik saat ini banyak yang mengalami kemandekan dalam menghadirkan demokrasi yang sehat sesuai dengan harapan mereka pertama kali berdiri.

“Tetapi kalau mereka mau agak jujur, apa yang dinyatakan Ketum PSI itu secara substantif dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

“Kehidupan politik demokrasi kita selama lebih dari dua dasawarsa mengalami semacam kemandegan atau minimal ‘ogah-ogahan’, karena parpol-parpol yang tidak lagi berfungsi secara efektif bagi sebuah sistem demokrasi yang sehat,” lanjut Hikam.

Maka dari itu, AS Hikam menegaskan apa yang disampaikan Grace Natalie dalam pidatonya itu sangat mewakili apa yang menjadi keresahan dirinya secara pribadi terhadap dunia politik tanah air.

“Pidato GN (Grace Natalie -red) sangat relevan dengan apa yang menjadi pemikiran saya selama beberpa tahun belakangan yakni pentingnya sebuah gerakan reformasi total terhadap sistem partai politik,” tegasnya.

Namun demikian, ia pun memberikan catatan penting bagi partai baru tersebut untuk tidak puas dengan kata-kata dan retorika saja. Melainkan lebih bagaimana berani melakukan aksi-aksi untuk memperbaiki apa yang telah dikritiknya itu.

“Harapan saya, PSI tak berhenti pada kritik tersebut, tetapi ia juga akan tampil menjadi salah satu kekuatan pelopor bagi reformasi sistem parpol di negeri ini,” pungkasnya.

Apalagi ditambahkan Hikam, Grace telah sangat berani membongkar apa yang menjadi persoalan fundamental dari partai-partai politik yang ada.

“Ketum DPP PSI sudah dengan jitu membongkar kesalahan paling dasar dari parpol di negeri ini, yakni mereka semua telah dan sedang mengingkari raison d’etrenya sendiri,” tukasnya.

Maka dari itu, Hikam pun meminta agar seluruh kader PSI untuk ikut membantu agar apa yang menjadi kritikan Grace Natalie di dalam pidatonya itu bisa terselesaikan.

“Langkah selanjutnya adalah PSI mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama medorong dilakukannya reformasi sistemik terhadap parpol dalam waktu tak terlalu lama,” tutur Hikam.

Terakhir, AS Hikam yakin jika benar-benar PSI memiliki semangat untuk melakukan perubahan dan bersedia berjuang keras untuk mewujudkannya, maka rakyat Indonesia akan mendukung langkah partai yang terkenal dengan kalangan kaum milenial itu.

“Jika PSI mempunyai hasrat dan semangat melakukan perubahan mendasar tersebut, saya yakin rakyat Indonesia yang mencintai negerinya dan demokrasi juga akan bersamanya. Dimulai dengan berkompetisi dalam ajang Pemilu 2019. Semoga sukses dalam melakukan pembaharuan di masa depan,” tutup Hikam.

Video Pidato Grace Natalie di Medan

[IBN]

Temukan kami di Google News.