KH. Masduki Baidlowi: Habib Zein Umar Mundur Bukan Karena Konflik

Inisiatifnews – Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU KH. Masduki Baidlowi mengungkapkan, mundurnya Habib Zein Umar bin Smith dari jabatan salah satu Mustasyar PBNU bukan karena konflik.

Cak Duki, sapaan akrab KH. Masduki Baidlowi menegaskan, Habib Zein memiliki kesibukan padat sehingga memilih mundur dari Mustasyar PPBNU. Diakuinya, pengurus yang ada di dalam Mustasyar tak terlalu sering berkomunikasi dengan pengurus harian PBNU.

Bacaan Lainnya

Biasanya yang paling sering menjalin komunikasi rutin adalah pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah. Sedangkan Mustasyar dan A’wan sangat jarang dan hanya di waktu-waktu tertentu saja. Misalnya saat ada undangan-undangan tertentu dan kegiatan besar seperti harlah atau Munas. “Saya kira bukan karena konflik. Ada kurang komunikasi pengurus Tanfidziah, Syuriah dengan Mustasyar,” kata Cak Duki dalam keterangannya kepada inisiatifnews.com, Kamis (07/03/2019).

Alangkah baiknya, sebelum mundur, Habib Zein tabayyun terlebih dahulu kepada seluruh pihak di PBNU. “Salah paham komunikasi ini sepertinya terkait pada kebijakan Bahtsaul Matsail yang terakhir kali soal penggunaan istilah kafir yang dihapus dari praktik kebangsaan,” duga Cak Duki.

Akan tetapi yang terpenting, lanjut Cak Duki, meskipun mundur, Habib Zein tetap menjalin silaturahim yang baik dengan pengurus PBNU khususnya ulama-ulama yang ada.

Dia berharap kegaduhan yang terjadi belakangan tidak ditanggapi dengan spekulasi yang tak benar dan berlarut-larut. Apalagi, dia yakin, kegaduhan ini dibuat oleh pihak luar yang mengkaitkan dengan masalah politik dan akidah. “Sebenarnya, tidak ada satupun ulama PBNU yang akan menghapus kata kafir dari Al-Qur’an dan menggantinya dengan non-Muslim. Semua pihak hendaknya duduk bersama agar mengedepankan tabayyun dan tidak terhasut berita bohong,” tandasnya.

Seperti diketahui, Habib Zein Umar bin Smith menyatakan mundur dari Mustasyar PBNU terhitung sejak 28 Jumadil Akhir 1440 H/5 Maret 2019. Lewat pernyataan tertulisnya kepada seluruh pengurus DPP, DPW dan DPC Rabithah Alawiyah, Habib Zein Umar menyatakan, posisi Mustasyar merupakan kehormatan yang harus dijaga. “Saya berpendapat ada hal-hal yang tidak sejalan dengan aspirasi umat Islam. Semoga kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT, dan diberi kemampuan untuk mengatakan yang haq walaupun hal itu pahit,” kata Ketua Umum Rabithah Alawiyah ini. (FIB)