Tiap Hari Ngomongin Politik, Saatnya Bicara Kebangsaan

Inisiatifnews – Masyarakat Indonesia sudah masuk dalam ketagori Over Politicized Society. Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah mengingatkan, sudah saatnya bangsa ini berpikir jauh ke depan, tidak melulu fokus pada kontestasi politik lima tahunan seperti Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Kita saat ini masuk dalam over politicized society, dari mulai ngomongin ekonomi sampai olahraga, grup WhatsApp, warung kopi, semua ngomongin politik. Setiap tarikan nafas ngomongin politik terus. Kapan kita berhenti bicara politik, harus meningkat bicara kebangsaan,” kata Prof. Firmanzah saat diskusi Kebangsaan Indonesia Emas 2045 di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan Rabu (13/02/2019).

Bacaan Lainnya

“Kita harusnya memperpanjang horizon, bukan bicara politik lima tahuhan. Kita harus menerawang jauh 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka,” tambah Prof. Firmanzah.

Selain Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, hadir juga Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan yang juga eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD, Putri Presiden Gus Dur Alissa Wahid, Akademisi A Khoirul Umam, Komedian Arie Kriting, Aktor Reza Rahadian, dan Sutradara Livi Zheng. Hadir juga ratusan mahasiswa universitas Paramadina.

Prof. Firmanzah yakin Indonesia akan menjadi negara besar tahun 2045. Nah, cita-cita ini berada penuh di tangan generasi milenial. “Saya optimistis, confident menatap masa depan kita yang ada di generasi milenial, para mahasiswa ini,” yakinnya.

Dia mengimbau generasi milenial terus menggelorakan semangat kebhinnekaan. Namun, ada yang lebih penting dari kebhinnekaan, yakni semangat ketunggalikaan. Prof. Firmanzah juga mengapresiasi gerakan yang diusung Prof. Mahfud MD dkk.

“Semangat satu bangsa, bahasa, dan tanah air. Sudah selesai kita bicara perbedaan-perbedaan itu. Semangat tunggal ika harus kita junjung, semangat Pancasila. Gerakan Suluh Kebangsaan ini sangat dibutuhkan, sangat aktif memberikan tema-tema baru. Setelah keluar dari acara ini, saya berharap mahasiswa jadi agen perubahan, mengobarkan optimisme Indonesia,” ungkapnya. (FQ)

Temukan kami di Google News.